BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
onclang merupakan salah satu tanaman
yang cukup penting di Indonesia. Posisinya menduduki tempat ketiga setelah
kedelai dan kacang tanah. Kacang hijau merupakan salah satu tanaman yang cukup
penting di Indonesia. Sampai saat ini perhatian masyarakat kurangnya perhatian
ini di antaranya disebabkan oleh hasil yang dicapai per hektarnya masih sangat
rendah.
Tanaman kacang hijau diduga berasal
dari kawasan India dan telah lama dikenal dan ditanam oleh petani di Indonesia.
Kacang hijau memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan tanaman
kacang-kacangan yang lain yaitu :
1. Lebih tahan
terhadap kekeringan.
2. Hama dan
penyakit relatif sedikit.
4. Cara tanam
dan pengelolaan dilapangannya serta perlakuan pasca panen relatif mudah.
5. Kegagalan
panen total relatif kecil.
6. Harga jual
cukup stabil.
7. Dapat
dikonsumsi langsung dengan pengolahan yang mudah
Bawang
daun (Allium Sp) telah ditanam sejak berabad - abad yang lalu di China dan
Jepang. Ia merupakan tanaman perenial (Tahunan) yang di budayakan secara annual
(semusim) atau biennial (dua musim). Tanaman bawang daun tidak menghasilkan
umbi, berdaun bulat panjang dan berlubang seperti pipa. Struktur bunganya sama
dengan bawang merah, dengan warna bunga putih. Bijinya yang masih muda berwarna
putih dan setelah tua berubah menjadi hitam.
Ada dua jenis bawang daun, Yaitu bawang bakum (allium fitulosum) atau bawang semprong / sibol dan bawang prei (allium porrum) atau leek. Yang pertama memiliki umbi kecil dan berdaun bulat, panjang dan berlubang seperti pipa. Sedang yang kedua tidak memiliki umbi dengan daun panjang, pipih berpelepah panjang dan liat.
Daun bawang oleh masyarakat jawa tengah dan yogyakarta biasa di sebut onclang, di ketahui banyak mengandung saponin, tenin dan minyak asiri. Dengan kandungannya tersebut Bawang daun berkhasiat untuk meredakan perut kembung,batuk, flu, seak nafas karena flu, diuretik, diaforetik, nyeri sendi dan anti radang , menghilangkan bengkak karena bisul, serta menghilangkan bekas gigitan serangga.
Memiliki aroma yang sama dengan bawang - bawangan Ujung akarnya bulat panjang dan ujungnya me runcing. Warna batang bagian bawahnya putih dan ujung daunnya berwarna hijau tua. Daun yang masih muda dan batang semu yang berwarna putih itulah yang bisa dikonsumsi.
Terutama bawang bakung atau onclang memiliki aroma dan rasa yang enak. Mengandung senyawa aktif sebagai antibiotik. Zat ini dapat merangsang pertumbuhan sel tubuh dan kaya akan vitamin A dan C, K, kalsium, Protein, Lemak, Karbohidrat, dan serat.
daun Bawang mulai tumbuh di perkebunan China sekitar 5000 tahun yang lalu. Dengan kandungan nutrisi yang baik maka daun bawang bisa membantu menurunkan tingkat kandungan gula darah , mambantu mengatasi masalah pencernaan, meredakan batuk dan flu, peradangan, serta meningkatkan sirkulasi darah.
Sayuran ini selain harganya yang relatif murah juga mudah sekali busuk. Jika membeli dalam jumlah banyak, bersihkan daun bawang, biarkan akar serabutnya lekat kemudian di bungkus dengan plastik atau kertas. Simpan dalam lemari es. Daun bawang bisa bertahan hingga seminggu.
Untuk tetap mendapatkan harumnya, potong atau iris daun bawang segar dan taburkan segera pada makanan, Sedangkan, mengatasi gangguan perut rebus potongan daun bawang dengan dua gelas air selama 15 menit. Didihkan hingga tersisa satu gelas, Saring lalu minum.Menghirup uap air rebusan juga baik untuk mereka yang terkena flu.
Ada dua jenis bawang daun, Yaitu bawang bakum (allium fitulosum) atau bawang semprong / sibol dan bawang prei (allium porrum) atau leek. Yang pertama memiliki umbi kecil dan berdaun bulat, panjang dan berlubang seperti pipa. Sedang yang kedua tidak memiliki umbi dengan daun panjang, pipih berpelepah panjang dan liat.
Daun bawang oleh masyarakat jawa tengah dan yogyakarta biasa di sebut onclang, di ketahui banyak mengandung saponin, tenin dan minyak asiri. Dengan kandungannya tersebut Bawang daun berkhasiat untuk meredakan perut kembung,batuk, flu, seak nafas karena flu, diuretik, diaforetik, nyeri sendi dan anti radang , menghilangkan bengkak karena bisul, serta menghilangkan bekas gigitan serangga.
Memiliki aroma yang sama dengan bawang - bawangan Ujung akarnya bulat panjang dan ujungnya me runcing. Warna batang bagian bawahnya putih dan ujung daunnya berwarna hijau tua. Daun yang masih muda dan batang semu yang berwarna putih itulah yang bisa dikonsumsi.
Terutama bawang bakung atau onclang memiliki aroma dan rasa yang enak. Mengandung senyawa aktif sebagai antibiotik. Zat ini dapat merangsang pertumbuhan sel tubuh dan kaya akan vitamin A dan C, K, kalsium, Protein, Lemak, Karbohidrat, dan serat.
daun Bawang mulai tumbuh di perkebunan China sekitar 5000 tahun yang lalu. Dengan kandungan nutrisi yang baik maka daun bawang bisa membantu menurunkan tingkat kandungan gula darah , mambantu mengatasi masalah pencernaan, meredakan batuk dan flu, peradangan, serta meningkatkan sirkulasi darah.
Sayuran ini selain harganya yang relatif murah juga mudah sekali busuk. Jika membeli dalam jumlah banyak, bersihkan daun bawang, biarkan akar serabutnya lekat kemudian di bungkus dengan plastik atau kertas. Simpan dalam lemari es. Daun bawang bisa bertahan hingga seminggu.
Untuk tetap mendapatkan harumnya, potong atau iris daun bawang segar dan taburkan segera pada makanan, Sedangkan, mengatasi gangguan perut rebus potongan daun bawang dengan dua gelas air selama 15 menit. Didihkan hingga tersisa satu gelas, Saring lalu minum.Menghirup uap air rebusan juga baik untuk mereka yang terkena flu.
Selain itu, pengendalian hama dan
penyakit yang menyerang tanaman onclang juga perlu dilakukan. Hama yang sering
menyerang onclang tanaman berupa:
1. Rayap (Nsutistermes
sp.), hama ini merusak akar tanaman onclang, sehingga transportasi air dan
unsur hara menjadi terganggu. Pada serangan berat tanaman onclang bisa mati.
kelamaan daun akan terserang semuanya
sehingga dapat mengakibatkan kematian tanaman onclang.
2. Tikus
hama ini dapat memakan daun onclang.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat diajukan
sebagai hipotesis dimana ada beberapa pertanyaan yang dapat dijadikan objek
penelitian, yaitu:
·
Adakah
pengaruh jumlah pupuk yang diberikan terhadap pertumbuhan onclang apabila
terjadi perubahan dalam proses pertumbuhannya?
·
Bagaimanakah
pertumbuhan tanaman onclang (setelah diberi pupuk yang kadarnya tidak
disesuaikan?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan diadakannya penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk terhadap tanaman onclang. Selain itu,
penelitian ini juga untuk mengetahui apa yang terjadi dengan pertumbuhan
tanaman onclang berkaitan dengan jumlah pupuk yang diberikan. Bukan hanya itu,
penelitian ini juga bertjuan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemampuan
tanaman ini dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya bila diberikan jumlah
pupuk yang tidak sesuai dengan aturan.
D. Manfaat Penelitian
Bagi para pelajar, penelitian ini
dapat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan tentang budidaya tanaman dengan
baik. Selain itu, para pelajar juga mendapatkan ilmu pengetahuan terbaru
mengenai pertanian. Bukan hanya itu, penelitian ini juga bertujuan untuk
membantu meningkatkan kualitas tanaman onclang dalam sektor pertanian. Bagi
para petani, – onclang – juga mendapat pengalaman dan pengetahuan mengenai hal
ini.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
A. Kajian Teori atau Kerangka Teoritis
onclang merupakan salah satu tanaman
semusim yang berumur pendek. Tanaman ini disebut juga. Dalam dunia
tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini:
·
Divisi :
·
Sub-divisi :
·
Kelas :.
·
Ordo :.
·
Famili :
·
Genus :.
·
Spesies :
Tanaman onclang berbatang tegak
dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 40 cm, tergantung varietasnya.Batang
berbentuk bulat. Warna batang hijau Warna daunnya hijau muda sampai hijau tua.
B. Kajian dan Hasil – Hasil Penelitian atau Kerangka
Berpikir
Dalam penelitian kali ini, onclang yang
memerlukan pemupukan secara teratur juga perlu diperhatikan. Mengingat tanah
yang diperlukan tanaman onclang itu sendiri sangat memerlukan unsur hara yang
cukup, dimana unsur hara yang dibutuhkan antara lain Nitrogen, Fosfor, dan
Kalium. Unsur – unsur tersebut dibutuhkan dalam jumlah besar. Sedangkan dalam
jumlah kecil, unsur yang dibutuhkan antara lain Kalsium, Magnesium, Sulfur, dan
beberapa unsur hara mikro yang lainnya.
Suplai Nitrogen di dalam tanah
merupakan faktor yang sangat penting dalam kaitannya dengan pemeliharaan atau
peningkatan kesuburan tanah. Peranan N terhadap pertumbuhan tanaman adalah
jelas, karena senyawa organik di dalam tanaman pada umumnya mengandung N antara
lain asam-asam amino, enzim dan bahan lainnya yang menyalurkan energi (Nyakpa,
1988).
C. Rumusan Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan atau
bahkan sekaligus jawaban sementara dari rumusan masalah yang diajukan. Maka
dalam hal ini, jika kita dasarkan pada penelitian kali ini dapat kita tarik
hipotesa untuk sementara bahwa
1. tanaman onclang
hanya dapat tumbuh dengan subur di tanah yang memiliki komposisi unsur
hara yang memadai. Itu berarti, pemberian pupuk yang baik adalah pemberian
pupuk yang sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Bukan berarti, tanaman
yang diberi pupuk yang tidak sesuai dengan aturan akan mengganggu
pertumbuhannya. Hanya saja pertumbuhannya mungkin akan menunjukan hal yang
berbeda dengan tanaman kacang hijau yang diberi pupuk sesuai dengan aturan.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Variabel dan Definisi Operasional Variabel
Dengan melakukan penelitian kali
ini, maka variabel manipulasi yang dapat dirumuskan antara lain jumlah pupuk
yang diberikan serta pemberian kadar atau jumlah pupuk yang berbeda – beda pada
setiap tanaman. Dalam hal ini pupuk tersebut akan diberikan masing – masing
satu.
Sedangkan untuk variabel respon
dapat kita lihat dengan pertumbuhan msing – masing tanaman onclang .Pertumbuhan
tersebut akan diukur dengan pertambahan panjangnya dalam mm (cm jika bisa)
dengan masa pengukuran setiap hari sekali.
Parameter yang di amati pada
praktikum ini adalah tinggi tanaman,besar batang
B. Rancangan Penelitian
Dalam membuat rancangan penelitian,
yaitu gambaran bagaimana hubungan variabel manipulasi dan variabel respon akan
diteliti. Rancangan penelitian ini meliputi:
1. Bagian
I : Pelakuan dengan pemberian pupuk Urea (bisa
diganti dengan pupuk lain).
2. Bagian
II : Perlakuan dengan pemberian pupuk KCL (bisa diganti
dengan pupuk lain).
3. Bagian
III : Pelakuan dengan pemberian pupuk TSP (bisa diganti dengan
pupuk lain).
4. Bagian
IV : Perlakuan dengan tidak memberikan pupuk.
C. Sasaran Penelitian (Populasi dan Sampel)
Populasi adalah seluruh kelompok
objek penelitian atau kelompok subjek dimana kesimpulan akan digeneralisasikan.
Sedangkan sampel adalah bagian dari anggota populasi tersebut. Dalam penelitian
kali ini, populasi yang menjadi target adalah semua spesies tanaman onclang .Sedangkan
sampel yang akan diteliti adalan spesies tanaman onclang
D. Instrumen Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang diperlukan dalam
penelitian kali ini, yaitu :
Ø
tunas onclang
secukupnya.
Ø
Pupuk yang
berbeda
jenisnya
4 macam.
Ø
pot 4 buah.
Ø
Koret atau
cangkul
kecil
1 buah.
Ø
Tanah yang
bagus (tanah
bakaran) secukupnya.
E. Prosedur Pelaksanaan Penelitian
Langkah – langkah yang harus
dilakukan untuk melakukan penelitian, antara lain:
v
Siapkan alat
dan bahan yang dibutuhkan.
v
Masukkan
tanah yang telah dicampur pupuk kedalam masing – masing pot.
v
Kemudian tanam
tunas onclang yang baik mutunya kedalam tanah masing - masing pot. Lalu tutup
lagi dengan tanah sedikit saja.
v
Siram dengan
air, kemudian letakkan ditempat yang mendapat cahaya matahari yang cukup.
v
Beberapa
hari kemudian, taburkan pupuk diatasnya.
v
Amatilah dan
lakukan analisis data.
F. Rencana Analisis Data
Analisis data adalah cara mengolah
data penelitian sehingga membuktikan berlaku tidaknya hipotesis yang diajukan.
Analisis data yang dapat kita ajukan ialah, “Membandingkan pertumbuhan antara
tanaman yang satu dengan tanaman yang lainnya”. Maka dalam hal ini, kesimpulan
sementara yang dapat dimengerti adalah bahwa tanaman yang dapat tumbuh dengan
subur adalah tanaman yang ditanam dengan pemberian pupuk secara teratur. Selain
itu, pemberian pupuk yang tidak sesuai dengan dosis yang dianjurkan juga dapat
mengurangi laju pertumbuhan tanaman onclang.
banyak dalam polibag akan
mempengaruhi dalam perebutan unsur hara, sinar matahari, air dan sebagainya
(pemanfaatan sumber daya). Hal ini sesuai dengan pendapat Harjadi (1988), bahwa
pada jumlah poulasi yang terlalu banyak dan jarak tanam yang rapat akan
terjadi persaingan dalam pemanfaatan sumber daya yang ada seperti unsur
hara, air, dan sinar matahari.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil praktikum
ini didapatkan kesimpulan sebagai berikut :
1. Pemberian
pupuk yang teratur berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang
hijau memberikan respon yang baik.
2. Jumlah
populasi satu tanaman mengalami pertumbuhan yang baik terhadap dari pada jumlah
populasi tiga tanaman.
Selain itu, kesimpulan lain yang
didapat antara lain bahwa kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim
yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Kacang hijau memiliki beberapa
kelebihan jika dibandingkan dengan tanaman kacang-kacangan yang lain yaitu :
1. Lebih tahan
terhadap kekeringan.
2. Hama dan
penyakit relatif sedikit.
3. Panen
relatif cepat, pada umur 55-60 hari.
4. Cara tanam
dan pengelolaan dilapangannya serta perlakuan pasca panen relatif mudah.
5. Kegagalan
panen total relatif kecil.
6. Harga jual
tinggi dan stabil.
7. Dapat
dikonsumsi langsung dengan pengolahan yang mudah.
Tanaman kacang-kacangan biasanya
tidak tanggap terhadap pupuk nitrogen (N), terutama apabila ditanam di tanah
yang subur dan ada bakteri bintil akar yang aktif. Hal ini disebabkan karena
kacang-kacangan pada umumnya dapat mengikat N dari udara bebas dengan
menggunakan bintil akar. Tetapi, pengikatan N ini mulai aktif pada waktu daun
pertama muncul sehingga perlu di beri pupuk N untuk digunakan selama bintil
akar belum aktif mengikat N dari udara. Kebutuhan pupuk N ini sebanyak 10-25
kg/ha.
Tanah yang miskin fosfor (P) dan
kalium (K) memerlukan pemupukan lengkap dengan jumlah kira-kira sama dengan
pupuk N tadi. Pupuk ini di berikan pada saat tanam mengingat umur kacang hijau
yang relatif pendek.
B. Saran
Dari hasil praktikum yang telah
dilaksanakan dapat disarankan sebagai berikut
1. Dalam
pngamatan terutama pengukuran hendaknya stu orang saja yang mengukur agar tidak
terjadi distorsi.
2. Pengaturan
jumlah populasi lebih baik satu tanaman, dalam menanam jangan terlalu banyak
populasi dan jarak tanam jangan terlalu sempit atau rapat.
Selain itu, perlu disarankan juga
bahwa kacang hijau perlu penanaman yang baik. Dalam hal ini masalah
pemberian pupuk. Perlu diingat juga bahwa kacang hijau juga memerlukan
pemberian pestisida ataupun yang sejenisnya. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga
agar jangan sampai tanaman dihinggapi oleh berbagai macam hama, baik tanaman,
jamur, maupun hewan. Dengan begitu akan didapat hasil yang jauh lebih baik.
Jadwal Penelitian
Tabel Jadwal
Penelitian
|
no
|
Nama Kegiatan
|
Hari ke
|
Hari
ke
|
|||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|||
|
1
|
Menyiap kan alat dan bahan
|
|||||||||||||||
|
2
|
Melaku kan Penelitian
|
|||||||||||||||
|
3
|
Analisis Data
|
|||||||||||||||
|
4
|
Menulis Laporan Penelitian
|
|||||||||||||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar