Sabtu, 16 Agustus 2014

ALAT LABORATORIUM


NO NAMA ALAT TERBUAT FUNGSI YANG PERLU DIPERHATIKAN
1 Mikroskop Lensa,besi melihat benda mikro lensa mudah mengembun
2 Termometer Raksa,kaca mengukur suhu mudah pecah
3 Tabung reaksi Kaca mencampur bahan reaksi mudah pecah
4 Erlenmeyer Kaca   mudah pecah
5 Penjepit Kayu menjepit tabung reaksi mudah patah
6 Kaki tiga Besi tempat pembakaran mudah membengkok
7 Pipet tetes Kaca,karet mengambil bahan kimia cair karet mudah lepas
8 Buret      
9 Cawan petri Keramik    
10 Model mata Plastik mengetahui bagian mata gambar mudah rusak
11 Model telinga Plastik mengetahui bagian telinga gambar mudah rusak
12 Model jantung Plastik mengetahui bagian jantung gambar mudah rusak
13 Model lidah Plastik mengetahui bagian lidah gambar mudah rusak
14 Model kulit Plastik mengetahui bagian kulit gambar mudah rusak
15 Pipet ukur Kaca,karet   mudah pecah
16 Gelas kimia Kaca menaruh bahan kimia mudah pecah
17 Corong kaca Kaca memindahkan bahan kimia cair mudah pecah
18 Neraca Besi mengukus massa berkaat
19 Model kerangka manusia Plastik mengetahui bagian kerangka bagian tulang dapat hilang
20 Gambar sistem peredaran darah manusia Plastik mengetahui alur peredaran darah lampu indikator mudah mati
21 Gambar sistem saraf manusia Plastik mengetahui bagian saraf lampu indikator mudah mati
23 Gelas penutup Kaca menutup gelas kimia mudah pecah
24 Sikat tabung reaksi Plastik,serabut membersihkan tabung kimia serabut hilang satu per satu
25 Jangka sorong Besi mengukur diameter suatu benda tajam
26 mikrometer sekrup Besi mengukur tebal suatu benda tidak bisa di putar pada sekrup
27 Lumpang dan alu Keramik menghaluskan bahan mudah pecah
28 Rak tabung reaksi Kayu menyimpan tabung reaksi mudah lapuk
29 pembakar spirtus Spirtus,kaca membakar suatu bahan mudah terbakar
30 Pipet ukur Kaca mengambil bahan kimia cair  mudah pecah

Senin, 11 Agustus 2014

METODE ILMIAH 2



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
onclang merupakan salah satu tanaman yang cukup penting di Indonesia. Posisinya menduduki tempat ketiga setelah kedelai dan kacang tanah. Kacang hijau merupakan salah satu tanaman yang cukup penting di Indonesia. Sampai saat ini perhatian masyarakat kurangnya perhatian ini di antaranya disebabkan oleh hasil yang dicapai per hektarnya masih sangat rendah.
Tanaman kacang hijau diduga berasal dari kawasan India dan telah lama dikenal dan ditanam oleh petani di Indonesia. Kacang hijau memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan tanaman kacang-kacangan yang lain yaitu :
1.      Lebih tahan terhadap kekeringan.
2.      Hama dan penyakit relatif sedikit.
4.      Cara tanam dan pengelolaan dilapangannya serta perlakuan pasca panen relatif mudah.
5.      Kegagalan panen total relatif kecil.
6.      Harga jual cukup stabil.
7.      Dapat dikonsumsi langsung dengan pengolahan yang mudah
Bawang daun (Allium Sp) telah ditanam sejak berabad - abad yang lalu di China dan Jepang. Ia merupakan tanaman perenial (Tahunan) yang di budayakan secara annual (semusim) atau biennial (dua musim). Tanaman bawang daun tidak menghasilkan umbi, berdaun bulat panjang dan berlubang seperti pipa. Struktur bunganya sama dengan bawang merah, dengan warna bunga putih. Bijinya yang masih muda berwarna putih dan setelah tua berubah menjadi hitam.
   Ada dua jenis bawang daun, Yaitu bawang bakum (allium fitulosum) atau bawang semprong / sibol dan bawang prei (allium porrum) atau leek. Yang pertama memiliki umbi kecil dan berdaun bulat, panjang dan berlubang seperti pipa. Sedang yang kedua tidak memiliki umbi dengan daun panjang, pipih berpelepah panjang dan liat.
   Daun bawang oleh masyarakat jawa tengah dan  yogyakarta biasa di sebut onclang, di ketahui banyak mengandung  saponin, tenin dan minyak asiri. Dengan kandungannya tersebut Bawang daun berkhasiat untuk meredakan perut kembung,batuk, flu, seak nafas karena flu, diuretik, diaforetik, nyeri sendi dan anti radang , menghilangkan bengkak karena bisul, serta menghilangkan bekas gigitan serangga.
   Memiliki aroma yang sama dengan bawang - bawangan Ujung akarnya bulat panjang dan ujungnya me runcing. Warna batang bagian bawahnya putih dan ujung daunnya berwarna hijau tua. Daun yang masih muda dan batang semu yang berwarna putih itulah yang bisa dikonsumsi.
   Terutama bawang bakung atau onclang memiliki aroma dan  rasa yang enak. Mengandung senyawa aktif  sebagai antibiotik. Zat ini dapat merangsang pertumbuhan sel tubuh dan kaya akan vitamin A dan C, K, kalsium, Protein, Lemak, Karbohidrat, dan serat.
   daun Bawang mulai tumbuh di perkebunan China sekitar 5000 tahun yang lalu. Dengan kandungan nutrisi yang baik maka daun bawang bisa membantu menurunkan tingkat kandungan gula darah , mambantu mengatasi masalah pencernaan, meredakan batuk dan flu, peradangan, serta meningkatkan sirkulasi darah.
   Sayuran ini selain harganya yang relatif murah juga mudah sekali busuk. Jika membeli dalam  jumlah banyak, bersihkan daun bawang, biarkan akar serabutnya lekat kemudian di bungkus dengan plastik atau kertas. Simpan dalam lemari es. Daun bawang bisa bertahan hingga seminggu.
   Untuk tetap mendapatkan harumnya, potong  atau iris daun bawang segar dan taburkan segera pada makanan, Sedangkan, mengatasi gangguan perut rebus potongan daun bawang dengan dua gelas air selama 15 menit. Didihkan hingga tersisa satu gelas, Saring lalu minum.Menghirup uap air rebusan juga baik untuk mereka yang terkena flu.
Selain itu, pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman onclang juga perlu dilakukan. Hama yang sering menyerang onclang tanaman berupa:
1.      Rayap (Nsutistermes sp.), hama ini merusak akar tanaman onclang, sehingga transportasi air dan unsur hara menjadi terganggu. Pada serangan berat tanaman onclang bisa mati.
       kelamaan daun akan terserang semuanya sehingga dapat mengakibatkan kematian tanaman onclang.
2.   Tikus hama ini dapat memakan daun onclang.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang dapat diajukan sebagai hipotesis dimana ada beberapa pertanyaan yang dapat dijadikan objek penelitian, yaitu:
·        Adakah pengaruh jumlah pupuk yang diberikan terhadap pertumbuhan onclang apabila terjadi perubahan dalam proses pertumbuhannya?
·        Bagaimanakah pertumbuhan tanaman onclang (setelah diberi pupuk yang kadarnya tidak disesuaikan?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk terhadap tanaman onclang. Selain itu, penelitian ini juga untuk mengetahui apa yang terjadi dengan pertumbuhan tanaman onclang berkaitan dengan jumlah pupuk yang diberikan. Bukan hanya itu, penelitian ini juga bertjuan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemampuan tanaman ini dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya bila diberikan jumlah pupuk yang tidak sesuai dengan aturan.





D. Manfaat Penelitian
Bagi para pelajar, penelitian ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan tentang budidaya tanaman dengan baik. Selain itu, para pelajar juga mendapatkan ilmu pengetahuan terbaru mengenai pertanian. Bukan hanya itu, penelitian ini juga bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas tanaman onclang dalam sektor pertanian. Bagi para petani, – onclang – juga mendapat pengalaman dan pengetahuan mengenai hal ini.














BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teori atau Kerangka Teoritis
onclang merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek. Tanaman ini disebut juga. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini:
·        Divisi :
·        Sub-divisi :
·        Kelas :.
·        Ordo :.
·        Famili :
·        Genus :.
·        Spesies :
Tanaman onclang berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 40 cm, tergantung varietasnya.Batang berbentuk bulat. Warna batang hijau Warna daunnya hijau muda sampai hijau tua.
B. Kajian dan Hasil – Hasil Penelitian atau Kerangka Berpikir
Dalam penelitian kali ini, onclang yang memerlukan pemupukan secara teratur juga perlu diperhatikan. Mengingat tanah yang diperlukan tanaman onclang itu sendiri sangat memerlukan unsur hara yang cukup, dimana unsur hara yang dibutuhkan antara lain Nitrogen, Fosfor, dan Kalium. Unsur – unsur tersebut dibutuhkan dalam jumlah besar. Sedangkan dalam jumlah kecil, unsur yang dibutuhkan antara lain Kalsium, Magnesium, Sulfur, dan beberapa unsur hara mikro yang lainnya.
Suplai Nitrogen di dalam tanah merupakan faktor yang sangat penting dalam kaitannya dengan pemeliharaan atau peningkatan kesuburan tanah. Peranan N terhadap pertumbuhan tanaman adalah jelas, karena senyawa organik di dalam tanaman pada umumnya mengandung N antara lain asam-asam amino, enzim dan bahan lainnya yang menyalurkan energi (Nyakpa, 1988).




C. Rumusan Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan atau bahkan sekaligus jawaban sementara dari rumusan masalah yang diajukan. Maka dalam hal ini, jika kita dasarkan pada penelitian kali ini dapat kita tarik hipotesa untuk sementara bahwa
1.      tanaman onclang hanya dapat tumbuh dengan subur di tanah yang  memiliki komposisi unsur hara yang memadai. Itu berarti, pemberian pupuk yang baik adalah pemberian pupuk yang sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Bukan berarti, tanaman yang diberi pupuk yang tidak sesuai dengan aturan akan mengganggu pertumbuhannya. Hanya saja pertumbuhannya mungkin akan menunjukan hal yang berbeda dengan tanaman kacang hijau yang diberi pupuk sesuai dengan aturan.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Variabel dan Definisi Operasional Variabel
Dengan melakukan penelitian kali ini, maka variabel manipulasi yang dapat dirumuskan antara lain jumlah pupuk yang diberikan serta pemberian kadar atau jumlah pupuk yang berbeda – beda pada setiap tanaman. Dalam hal ini pupuk tersebut akan diberikan masing – masing satu.
Sedangkan untuk variabel respon dapat kita lihat dengan pertumbuhan msing – masing tanaman onclang .Pertumbuhan tersebut akan diukur dengan pertambahan panjangnya dalam mm (cm jika bisa) dengan masa pengukuran setiap hari sekali.
Parameter yang di amati pada praktikum ini adalah tinggi tanaman,besar batang
B. Rancangan Penelitian
Dalam membuat rancangan penelitian, yaitu gambaran bagaimana hubungan variabel manipulasi dan variabel respon akan diteliti. Rancangan penelitian ini meliputi:
1.      Bagian I      : Pelakuan dengan pemberian pupuk Urea (bisa diganti dengan pupuk lain).
2.      Bagian II    : Perlakuan dengan pemberian pupuk KCL (bisa diganti dengan pupuk lain).
3.      Bagian III   : Pelakuan dengan pemberian pupuk TSP (bisa diganti dengan pupuk lain).
4.      Bagian IV   : Perlakuan dengan tidak memberikan pupuk.


C. Sasaran Penelitian (Populasi dan Sampel)
Populasi adalah seluruh kelompok objek penelitian atau kelompok subjek dimana kesimpulan akan digeneralisasikan. Sedangkan sampel adalah bagian dari anggota populasi tersebut. Dalam penelitian kali ini, populasi yang menjadi target adalah semua spesies tanaman onclang .Sedangkan sampel yang akan diteliti adalan spesies tanaman onclang

D. Instrumen Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang diperlukan dalam penelitian kali ini, yaitu :
Ø      tunas onclang                                                                        secukupnya.
Ø      Pupuk yang berbeda jenisnya                                              4 macam.
Ø      pot                                                                                         4 buah.
Ø      Koret atau cangkul kecil                                                      1 buah.
Ø      Tanah yang bagus (tanah bakaran)                                       secukupnya.
E. Prosedur Pelaksanaan Penelitian
Langkah – langkah yang harus dilakukan untuk melakukan penelitian, antara lain:
v     Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
v     Masukkan tanah yang telah dicampur pupuk kedalam masing – masing pot.
v     Kemudian tanam tunas onclang yang baik mutunya kedalam tanah masing - masing pot. Lalu tutup lagi dengan tanah sedikit saja.
v     Siram dengan air, kemudian letakkan ditempat yang mendapat cahaya matahari yang cukup.
v     Beberapa hari kemudian, taburkan pupuk diatasnya.
v     Amatilah dan lakukan analisis data.

F. Rencana Analisis Data
Analisis data adalah cara mengolah data penelitian sehingga membuktikan berlaku tidaknya hipotesis yang diajukan. Analisis data yang dapat kita ajukan ialah, “Membandingkan pertumbuhan antara tanaman yang satu dengan tanaman yang lainnya”. Maka dalam hal ini, kesimpulan sementara yang dapat dimengerti adalah bahwa tanaman yang dapat tumbuh dengan subur adalah tanaman yang ditanam dengan pemberian pupuk secara teratur. Selain itu, pemberian pupuk yang tidak sesuai dengan dosis yang dianjurkan juga dapat mengurangi laju pertumbuhan tanaman onclang.



























banyak dalam polibag akan mempengaruhi dalam perebutan unsur hara, sinar matahari, air dan sebagainya (pemanfaatan sumber daya). Hal ini sesuai dengan pendapat Harjadi (1988), bahwa pada jumlah poulasi yang terlalu banyak dan jarak tanam yang rapat akan  terjadi persaingan dalam pemanfaatan sumber daya yang ada seperti unsur hara, air, dan sinar matahari.



BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
      Dari hasil praktikum ini didapatkan kesimpulan sebagai berikut :
1.      Pemberian pupuk yang teratur berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau memberikan respon yang baik.
2.      Jumlah populasi satu tanaman mengalami pertumbuhan yang baik terhadap dari pada jumlah populasi tiga tanaman.
Selain itu, kesimpulan lain yang didapat antara lain bahwa kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Kacang hijau memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan tanaman kacang-kacangan yang lain yaitu :
1.      Lebih tahan terhadap kekeringan.
2.      Hama dan penyakit relatif sedikit.
3.      Panen relatif cepat, pada umur 55-60 hari.
4.      Cara tanam dan pengelolaan dilapangannya serta perlakuan pasca panen relatif mudah.
5.      Kegagalan panen total relatif kecil.
6.      Harga jual tinggi dan stabil.
7.      Dapat dikonsumsi langsung dengan pengolahan yang mudah.
Tanaman kacang-kacangan biasanya tidak tanggap terhadap pupuk nitrogen (N), terutama apabila ditanam di tanah yang subur dan ada bakteri bintil akar yang aktif. Hal ini disebabkan karena kacang-kacangan pada umumnya dapat mengikat N dari udara bebas dengan menggunakan bintil akar. Tetapi, pengikatan N ini mulai aktif pada waktu daun pertama muncul sehingga perlu di beri pupuk N untuk digunakan selama bintil akar belum aktif mengikat N dari udara. Kebutuhan pupuk N ini sebanyak 10-25 kg/ha.
Tanah yang miskin fosfor (P) dan kalium (K) memerlukan pemupukan lengkap dengan jumlah kira-kira sama dengan pupuk N tadi. Pupuk ini di berikan pada saat tanam mengingat umur kacang hijau yang relatif  pendek.
B. Saran
Dari hasil praktikum yang telah dilaksanakan dapat disarankan sebagai berikut
1.      Dalam pngamatan terutama pengukuran hendaknya stu orang saja yang mengukur agar tidak terjadi distorsi.
2.      Pengaturan jumlah populasi lebih baik satu tanaman, dalam menanam jangan terlalu banyak populasi dan jarak tanam jangan terlalu sempit atau rapat.
Selain itu, perlu disarankan juga bahwa kacang hijau  perlu penanaman yang baik. Dalam hal ini masalah pemberian pupuk. Perlu diingat juga bahwa kacang hijau juga memerlukan pemberian pestisida ataupun yang sejenisnya. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar jangan sampai tanaman dihinggapi oleh berbagai macam hama, baik tanaman, jamur, maupun hewan. Dengan begitu akan didapat hasil yang jauh lebih baik.





















 Jadwal Penelitian

Tabel Jadwal Penelitian

no
Nama Kegiatan
Hari ke
                                          Hari ke
1
2
3
4
5
6
7
1
2
3
4
5
6
7
1
Menyiap kan alat dan bahan














2
Melaku kan Penelitian














3
Analisis Data














4
Menulis Laporan Penelitian